Posted by Chados.Sangkek on 08:56
Kenapa kita tidak saling mengenal, menghargai dan menerima kelebihan atau kelemahan masing-masing. Karna Setiap orang memiliki cara tersendiri dalam menghadapi lingkungan dii mana kita berada .masalah dalam hidup. Perbedaan ini yang harus disadari oleh semua orang agar tidak menimbulkan pertikaian atau konflik. Terjadinya konflik bermula dari prasangka dan ketidaksiapan mental untuk
menerima perbedaan. Petingginya seseorang melakukan penilaian terhadap orang lain sama seperti menilai dirinya. Perbedaan merupakan sesuatu yang sangat menentukan cara atau pendekatan guna menyelesaikan berbagai masalah dalam linggungan di mana kita berada. Memahami perbedaan menjadi dasar bagi kita anak perantauan untuk menjaga hubungan baik dengan berbagai pihak di setiap kota study serta menerima orang lain agar selalu hidup berdampingan. merupakan salah satu sangat penting dipahami untuk membangun hubungan yang baik dengan pihak lain.
Begitu pentingnya pemahaman konsep diri bagi kita yang sudah jauh dari lingkungan asal kita, sebagai dasar untuk memahami orang lain untuk menjalin kerjasama yang baik dengan masyarakat dan pihak terkait lainnya. Memahami orang lain diperlukan pengetahuan yang cukup untuk mengkaji karakteritik, sifat, kebiasaan, kepentingan dan kebutuhannya. Sebagai anak perantauan pengtinnya menjalin berhubungan dengan bapak RT, kelompok, komunitas, tim, warga desa dan lingkungan lain yang lebih luas membutuhkan kepribadian yang khusus untuk memahami cepat sifat, karakteristik dan pola kehidupan di sekitar kita.
Read more »
Posted by Chados.Sangkek on 15:00

Fak fak kota kelahiran yang ku sayanggi….,awal orang tuaku datang dari distrik aytinyo.kabupaten sorong selatan,untuk bersekolah dikota Fak fak ,kota yang serin dikenal..’…KOTA PALA…’demi masa depan dan cita-cita ayah..meninggalkan aitinyo untuk mengdapatkan setitik ilmu…?.
Akhirnya ayah bertekat meninggalkan..sanak sodara yang ada di aitinyo…dengan bermodal perahu takbot ayah tiba di sorong dan melangjutkan perjalan ke Fakfak,untuk mendaftarkan diri di ‘SPG’(sekolah guru agama) selama 3 tahun ayah bersekolah hingga akhirnya,ayah mennyelesaikan pengdidikan di SPG.
Namun yang membuat diriku bangga mempunyayi ayah….IA bersekolah…dengan keringgatnya sendiri…tampa berharap kirimman dari keluarganya yang ada di aitinyo…maklum pada waktu itu juga trasportasi tidak langcar ,seperti saat ini.pada tahun 1982 ada penerimaan pegawai negri..di kabupaten Fakfak..ayah mendaftarkan dirinya….?setelah menggikuti proses penerimaan pegawai negeri..ayah di terima mengjadi seorang guru agama di kabupaten Fakfak. Karma ayah seorang guru agama,ia di tugaskan di kampun PIK-PIK...distrik kokas…waktu tahun 1982 trasportasi belum sampai di kampun pik-pik. bisa di jangkau dengan berjalan kaki melewati gunung…lembah dan hutang belangtara…ayah tiba di kampun pik-pik. Dan bertugas selama 22 tahun lamanya,kami semua di besarkan di kampun pik-pik…Selama ayah bertugas di kampun pik-pik. kami merasa bahagia bisa hidup bersama basodara yang ada di kampun itu.walapun mereka tau bahwa kita bukan keluarga dekat dari mereka.
Tapi ini bukan menjadi penghalan bagi mereka untuk membangtu dan melingdungi kami sekeluarga yang hidup bersama mereka.ketika ayah masih menggajar di kampun pikpi,kami sekeluarga di berikan kesempatan untuk berkebung di tempat yang sudah di sediakan.sebab waktu itu mau dapat jatah beras per bulan juga,harus tunggu sampai,di kirim dari kabupaten ke distrik ,baru kami bisa mendapatkan jatah beras itu.Di kampun pikpik ayah serin berburu di hutang dan melakukan aktifitas lain.akhirnya tahun 2006,ayah pingdah dari pikpik ke fakfak…karma kami semua sudah tamat SD dan bersekolah di Fakfak..Ayah di pingdahkan ke SD YPK fakfak…hingga saat ini.
Read more »